Prodi Magister Ilmu Kelautan UNG Gelar Lokakarya Perumusan Visi Keilmuan dan Sinkronisasi Kurikulum Berbasis OBE

Oleh: Miftahul Khair Kadim . 10 Juli 2026 . 08:21:38

 

Gorontalo, 10 Juli 2026 — Program Studi Magister Ilmu Kelautan Universitas Negeri Gorontalo menyelenggarakan Lokakarya Perumusan Visi Keilmuan, Evaluasi, dan Sinkronisasi Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) pada Jumat, 10 Juli 2026, mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai. Kegiatan berlangsung di Aula Kemaritiman, Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan, Universitas Negeri Gorontalo.

Lokakarya ini merupakan bagian dari upaya Program Studi Magister Ilmu Kelautan dalam memperkuat arah pengembangan keilmuan sekaligus memastikan kurikulum tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebutuhan dunia kerja, serta dinamika pengelolaan sumber daya pesisir dan laut. Kegiatan dihadiri oleh Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Koordinator Program Studi, dosen, tenaga kependidikan, alumni, serta berbagai pemangku kepentingan eksternal. Prof. Dr. Endang Hilmi, S.Hut., M.Si., Sekretaris Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Indonesia (FKPTPKI), hadir sebagai perwakilan asosiasi sekaligus narasumber dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) serta arahan FKPTPKI terkait pengembangan kurikulum bidang kelautan dan perikanan. Materi tersebut menjadi pengantar bagi peserta untuk mengevaluasi kurikulum yang berjalan sekaligus menyelaraskan pengembangannya dengan kebutuhan pendidikan tinggi, perkembangan keilmuan, serta tuntutan kompetensi lulusan.

Libatkan Alumni, Mitra, dan Pengguna Lulusan

Salah satu agenda utama lokakarya adalah Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan dosen, alumni, mitra, pengguna lulusan, dan berbagai pemangku kepentingan. Diskusi melibatkan 8 alumni dan 10 unsur pengguna lulusan/stakeholder yang berasal dari instansi pemerintah, dunia usaha dan industri, lembaga riset, organisasi nonpemerintah, serta perguruan tinggi. Unsur tersebut meliputi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, PT Sinar Pure Foods International, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Gorontalo, Loka Riset Budidaya Rumput Laut Gorontalo, Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) Provinsi Gorontalo, Stasiun Meteorologi Kelas I Djalaluddin Gorontalo, PT Mut Food Indonesia, Balai Wilayah Sungai Sulawesi II Gorontalo, Fakultas Maritim dan Perikanan Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo, serta Fakultas Teknologi Perikanan dan Kelautan Universitas Negeri Gorontalo.

Keterlibatan berbagai pengguna lulusan tersebut memberikan perspektif yang komprehensif terhadap pengembangan kurikulum, mulai dari kebutuhan pemerintahan dan pengelolaan sumber daya, dunia usaha dan industri, riset dan teknologi, pemberdayaan masyarakat, hingga kebutuhan pendidikan tinggi. Masukan yang diperoleh menjadi dasar penting dalam memastikan kurikulum Program Studi Magister Ilmu Kelautan tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tantangan pengelolaan sumber daya pesisir dan laut.

Masukan dari berbagai pemangku kepentingan tersebut menunjukkan pentingnya kurikulum yang tidak hanya memberikan penguasaan teoritis, tetapi juga membentuk kemampuan mahasiswa dalam menganalisis permasalahan, mengembangkan inovasi, merumuskan solusi ilmiah, serta menghasilkan rekomendasi pengelolaan sumber daya pesisir dan laut yang relevan dengan karakteristik kawasan.

Rumuskan Visi Keilmuan Program Studi

Selain evaluasi kurikulum, lokakarya menjadi forum penting dalam merumuskan arah keilmuan Program Studi Magister Ilmu Kelautan. Berdasarkan hasil pembahasan bersama, dirumuskan Visi Keilmuan Program Studi Magister Ilmu Kelautan, yaitu:

“Mengembangkan keilmuan pada bidang kelautan yang unggul dan berdaya saing dalam inovasi pengelolaan sumber daya pesisir dan laut berbasis kawasan.”

Rumusan tersebut menjadi landasan penting bagi pengembangan akademik Program Studi Magister Ilmu Kelautan, sekaligus mempertegas fokus keilmuan pada inovasi pengelolaan sumber daya pesisir dan laut dengan mempertimbangkan karakteristik dan potensi kawasan. Rumusan visi tersebut tercatat sebagai salah satu hasil kesepakatan dalam lokakarya.

Perkuat Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education

Lokakarya juga menghasilkan kesepakatan bahwa kurikulum Program Studi Magister Ilmu Kelautan perlu terus disempurnakan dengan pendekatan Outcome-Based Education (OBE). Pendekatan tersebut dilakukan dengan memperjelas keterkaitan antara profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), bahan kajian, mata kuliah, Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), Sub-CPMK, metode pembelajaran, hingga sistem asesmen.

Melalui pendekatan tersebut, proses pendidikan diharapkan semakin berorientasi pada capaian kompetensi lulusan. Pembelajaran juga diarahkan untuk memberikan pengalaman yang lebih kontekstual melalui kegiatan lapangan, magang, penelitian kolaboratif, kuliah pakar, kerja sama dengan instansi pengguna lulusan, serta pembelajaran berbasis permasalahan dan studi kasus nyata.

Pelaksanaan lokakarya ini menjadi wujud komitmen Program Studi Magister Ilmu Kelautan Universitas Negeri Gorontalo dalam membangun kurikulum yang adaptif, relevan, berorientasi pada capaian pembelajaran, serta responsif terhadap kebutuhan pemangku kepentingan. Hasil lokakarya selanjutnya menjadi salah satu dasar dalam penyempurnaan profil lulusan, CPL, Body of Knowledge, struktur mata kuliah, CPMK, Sub-CPMK, RPS, dan strategi pembelajaran Program Studi Magister Ilmu Kelautan.

Agenda