
Larva Cheumatopsyche Terbukti Efektif Deteksi Pencemaran Logam Berat di Sungai Bone. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa larva Cheumatopsyche dapat digunakan sebagai bioindikator untuk mendeteksi pencemaran logam berat di Sungai Bone. Organisme ini terbukti sensitif bahkan terhadap konsentrasi logam yang sangat rendah.
Studi ini menggunakan pendekatan biomonitoring dengan menganalisis ekspresi metallothionein (MT), yaitu protein yang diproduksi organisme sebagai respons biologis terhadap paparan logam berat.
Penelitian dilakukan pada lima stasiun pengamatan di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Bone yang mewakili gradien wilayah hulu hingga hilir. Salah satu stasiun berada di wilayah hulu Sungai Bone, tepatnya di Desa Pinogu, yang digunakan sebagai lokasi kontrol karena relatif minim pengaruh aktivitas manusia.
Membandingkan Logam pada Air, Sedimen, dan Biota
Dalam penelitian ini, tim peneliti membandingkan konsentrasi logam berat yang terukur pada air, sedimen, serta biota berupa larva Cheumatopsyche.
Hasil analisis menunjukkan adanya variasi spasial yang signifikan pada konsentrasi logam berat di berbagai lokasi pengamatan. Konsentrasi logam yang ditemukan pada air dan sedimen juga memiliki korelasi kuat dengan proses bioakumulasi pada organisme tersebut.
Dari berbagai logam yang dianalisis, merkuri (Hg) menjadi faktor utama yang mempengaruhi peningkatan ekspresi metallothionein pada larva Cheumatopsyche.
Sensitif terhadap Konsentrasi Logam yang Sangat Rendah
Penelitian ini menunjukkan bahwa ekspresi metallothionein (MT) pada larva Cheumatopsyche sangat sensitif dalam mendeteksi paparan logam berat, bahkan pada konsentrasi yang sangat rendah.
Kemampuan tersebut menjadikan larva Cheumatopsyche efektif untuk menelusuri mobilisasi dan distribusi logam berat dalam sistem perairan.
Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menegaskan potensi penggunaan makroinvertebrata bentik sebagai bioindikator dalam pemantauan kualitas lingkungan, khususnya untuk pengelolaan ekosistem sungai yang rentan terhadap pencemaran logam berat.
(Sumber: Link artikel)